Adam Hidayat

I am a

Adam Hidayat

There are no secrets to success. It is the result of preparation, hard work, and learning from failure.

  • Bekasi,Indonesia.
  • 404 Not Found
  • adamhdyt11@gmail.com
  • www.adamhdytt.blogspot.com
Me

My Professional Skills

Just a little percent of my skills

Eat 90%
Sleep 70%
Gaming 95%
Futsal 60%

Awesome features

Not Found

Animated elements

Not Found

Responsive Design

Not found.

Modern design

Not found

Retina ready

Not found

Fast support

Just email me

0
completed project
0
design award
0
facebook like
0
current projects
  • KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

    KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN








    Oleh
    Dosen Ali Muhli,Se.Mm




    Daftar Isi

    A. PENDEKATAN KESUSASTRAAN………………………………………………………………
    B. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA…………….
    C. NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI……………………………………………………………
    D. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI……………….














    A.    PENDEKATAN KESUSASTRAAN.
    IBD(Ilmu Budaya Dasar), yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari Inggris humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humaniües orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai Manusia yang berkehidupan Sosial.

    Untuk menjadi manusia,harus mempelajari ilmu yang berguna untuk sesama manusia , disamping tanggung jawabnya yang Iain. Apa yang dimasukkan kedalam the humanities masih dapat diperdebatkan, dan Terkadang disesuaikan dengan dan waktu. Pada umumnya humanities mencakup filsafat, teknologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, dan sebaginya. Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the humanities ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang menterjemahkan mengjadi pengetahuan budaya yang dapat dipelajari oleh semua Manusia.
    Hampir disetiap jaman, seni termasuk sastra yang memegang peranan yang penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan hukamnya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. Dibanding dengan cabang the humanities yang Iain, seperti misalnya ilmu bahasa, seni memegang peranan yang penting, karena nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikannya relative mudah di mengerti oleh orang.
    Karena seni adalah Suatu karya yang dihasilkan oleh orang yang berpikiran bebas dalam mengekspresikan dirinya, seni lebih Unik Karena tidak nomatif, nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya kepada public.

    Hampir disetiap jarnan, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasannya, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemarnpuan untuk menampung hampir semua pemyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Dalarn usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia mempergunakan Dalam usahanya untuk mengatur hubungan antara sesama yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu sosial, manusia mempergunakan bahasa. Dengan demikian, manusia dan pada hakekatnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.Karena Komunikasi yang menghubungkan antara manusia satu dengan lainnya.
    Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran absraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa, adalah abstraksi.
    Cinta kasih, kebahagian, kebebasan, dan Iainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.

    Cabang-cabang seni yang Iain pada hakekatnyaya juga abstrak. Gerak-gerik dalam seni tari, misalnya, masih perlu dijabarkan karena setiap gerakan tari tersimpan banyak makna. Meskipun bunyi-bunyi dalam seni musik lebih cepat dinikmati, bunyi-bunyi itu sendiri masih memerlukan penafsiran yang dalam karna setiap mendalami music yang dengar bisa tau isi dari music tersebut. Sebaliknya sastra adalah penafsiran itu sendiri. Meskipun didalam penafsiran itu sastra masih dapat ditafsirka lagi oleh  orang yang mengerti sastra.
    Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah mengemukakan gagasan-gagasannya dalam bentuk yang tidak nomatif. Cabang-cabang seni yang Iain juga dapat menarik tanpa cerita, akan tetapi sulit bagi penciptanya mengemukakan gagasanya. Dalam musik misalnya, kata-kata penciptanya tertelan oleh melodinya.
    Karena seni memegang peranan penting, maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyampain nilai-nilai kemanusiaan. Kepekaannya menyebabkan dia mampu menangkap hal yang lepas dari pengamatan orang Iain
    IBD adalah salah satu mata kuliah yang diberikan dalarn satu semester, sebagai bagian dari MKDU. IBD tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya ( The Humanities ), Akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya tehadap nilai-nilai budaya. Pada waktu menggunakan karya sastra, misalnya. Mahasiswa tidak perlu mengetahui sejarah sastra, teori sastra, kritik sastra, dan sebaginya. Memang seperti cabang-cabang the humanities Iainnya, dalam Ilmu Budaya Dasar Sastra tidak diajarkan sebagai salah satu disiplin ilmu. Sastra disini digunakan sebagai alat untuk membahas masalah-masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih Kemanusiaan. Pemikiran juga filsafat, musik, seni rupa, dan sebagainya.
    Orientasi the Humanities adalah ilmu : dengan mempelajari satu atau sebagian dari disiplin ilmu yang tercakup dalam the humanities, mahasiswa diharapkan dapat menjadi Manusia yang lebih baik dan Berguna untuk bangsa dan Negara

    B. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
    Istilah prosa banyak padanannya. Kadang-kadang disebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Dałam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan(Seni Teater) yang mempunyai pemeran, lakuan, peństiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai roman, atau novel, atau cerita pendek.
    Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.Seperti Berikut:
    A. Prosa lama meliputi :
    1.Dongeng-dongeng
    2.Hikayat
    3.Sejarah
    4.Epos
    5.Cerita pelipur lara

    B. Prosa Baru Meliputi
    1.Cerita pendek
    2. Roman/novel
    3. Biografi
    4. Kisah
    5. Otobiografi

    C.   NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI
    Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moraÅ‚, pesan atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang terkandung oleh  pembaca lewat sastra. nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
    1.Prosa fiksi memberikan kesenangan
    Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu  atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing, yang belum dikunjunginya atau yang tak mungkin dikunjungi selama hidupnya. juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang bisa memotivasi pembaca dalam hidupnya.
    2.Prosa fiksi memberikan informasi
    Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dałam kehidupan normal. Dałam novel kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing.
    3.Prosa fiksi memberikan warisan kultural
    Prosa fiksi dapat mempengaruhi imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang dari warisan budaya bangsa.
    Contoh : sepert Novel seperti Siti Nurbaya, salah asuhan, sengsara membawa nikmat, layar terkembang mengungkapkan impian-impian, harapan-harapan, aspirasi-aspirasi dari generasi yang terdahulu yang seharusnya dihayati oleh generasi kini. Novel yang berlatar belakang perjuangan revolusi seperti jalan tak ada ujung, misalnya menggambarkan suatu tindakan heroisme yang mengagumkan dan memberikan kebanggaan, yang oleh generasi muda sekarang tidak lagi mengalaminya secara fisik. Dan oleh karena mahasiswa tidak lagi mengalami secara fisik itulah, jiwa kepahlawanan perlu disentuhkan lewat hasil-hasil sastra Dan Mahasiswa dapat bisa memetik kisah-kisah terdahulu.
    4.Prosa memberikan keseimbangan wawasan
    Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan labih banyak kesempatan untuk memilih respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.
    Adanya semacam kaidah kemungkinan yang tidak mungkin dalam fiksi ini.lah yang memungkinkan pembaca untuk dapat memperluas dan   \persepsi dan wawasannya tentang tokoh, hidup dan kehidupan manusia. Dari banyak memperoleh pengalarnan sastra, pembaca akan terbentuk keseimbangan wawasannya, terutama dalam menghadapi kenyataan-kenyataan diluar dirinya yang mungkin sangat berlainan dari pribadinya. seperti dikisahkan novel belenggu,  itu merupakan contoh kemungkinan yang tidak mungkin. tetapi manusia bisa memperluas perpektifnya
    Karya sastra dapat dibagi menjadi Tiga; Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya, dan karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya,Ada juga yang tentunya menyuarakan kedua-duanya yang saling menyuarakan aspirasinya.
    Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki jamannya. Kebanyakan karya sastra Indoensia di jaman Jepang yang dikelompokkan kedalam kelompok ini.
    Karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya, biasanya tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, akan tetapi untuk merenung.
    Kedua macam karya sastra itu selalu menyampaikan masalah. Masalah ini disampaikan dengan jalan menjajikan interaksi tokoh-tokohnya. Masing-masing tokoh mempunyai temperamen, pendirian, dan kemauan yang berbeda-beda. Perbedaan ini menimbulkan konflik. Konflik dapat terjadi baik didalm diri tokoh sendiri maupun diantara tokoh satu dengan tokoh Iainnya.
    Budaya Dasar memfokuska pada manusia dengan segala persoalannya. Manusia dan Cinta kasih, manusia dan keindahan, manusia dan penderitaan, manusia dan keadilan, manusia dan  hidup, manusia dan tanggung jawab serta pengabdian, manusia dan kegelisahan, manusia dan harapan.

    Dalam dongeng terdapat bentuk epos(menceritakan kisah kepahlawanan ) yang berani cerita kepahlawanan atau wira carita. Kita kenal Mahabarata dan Ramayana. Mahabarata menceritakan kepahlawanan orang-orang pandawa yang dengan gagah berani mempenahankan kebenaran karena  tanggung jawab terhadap Tokoh Bima, Arjuna, Gatotkaca didalam ceıita itü selalu mempunyai rasa tanggung jawab bangsa dan negaranya.
    Ramayana juga mengungkapkan rasa cinta kasih Rama dan Sinta yang hams dibayar mahal ketika sinta diculik Rahwana. Pengorba.nan yang diberikan oleh Rama beseıta bala tentaranya dalam merebut kembali sinta
    Hikayat Hang Tuah menggambarkan betapâ gagah dan berani dalanı  segala rintangan untuk mempertahankan negara yang dapat dihubungkan dengan mmusia dan tanggung jawab.
    Pokok bahasan manusia dan cinta kasih dapat dihitungkan dengan cinta kasih antara Maria dan Yusuf dalanm buku Layar terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana.
    Ditepi jalan terlihat kepadanya beberapa batang kembang setahun yang lebat  bunga : "Hei, kembang setahun tumbuh diÅŸini ? Alangkah indah rupanya, sebanyak itu bunganya
    Sementara Yusuf dengan pesat mengamat-amati gadis yang dekat dih Mapannya itu. Rambutya yang hitarn lebat teranyam. mukanya yang merdi bercahaya tersenyum ditahan, badannya. sebentar terasa kepadanya tangan yang halus itu gemetar pada dada bajunya. Sesuatu perasaan nikmat yang sejak dari tadi melingkari kedua muda remaja itu dating. memenuhi seluruh badannya dan sebelum ia dapat mengatur pikirannya lagi, kedua tangannya telah terangkat mendekap tangan gadis yang baru selesai mencucukkan kembang pada bajunya.
    Dan mulutnya keluarlah ucapan, agak gemetar, tetapi menyuarakan kepastian seseorang yang yakin akan kemungkinannya, 'Tetapi tangan ini saya hendak menyimpannya juga”. Maria tiada membantah, tetapi mukanya yang pucat ditundukkannya ke bawah dengan tiada berkata suatu apa. Seraya melekapkan tangan gadis itu dengan tangan kirinya kepada dadanya, mesra sepeli tiada hendak dilepaskannya lagi, perlahan-lahan Yusuf mengangkat muka Maria melihat kepadanya dengan tangan kanannya, ” Maria lihat saya sebentar "
    Pada mata Maria nampak kepadanya berlinangan air mata dan mesra meminta menggetarlah suaranya untuk pertama  kali seumur hidupnya,”Maria,Maria, tahulah engkau saya cinta kepadamu ?". Badan Maria melemah jatuh ke tangan Yusuf dan seraya menengadah dengan pamangan penyerahan, keluar dari mulumya bisik lesu hampir-haınpir tiada kedengaran, "Lama benar engkau menyuruh saya menanti katamu
    Dalam kutipan diatas betapa mesra kedua orang remaja yang sedang merasakan cinta kasih. Melalui perkenalan, tamasya baru lah yusuf dapat mengutarakan cintanya kepada Maria. Cinta Yusuf diterima bahkan dengan jawaban terlalu lama kata cinta yang diucapkan Yusuf. Dapat disimpulkan seseorang manusia yang ingin mencurahkan isi hatinya tenm tidak semudah berbincang-bincang karena ada konsekwensi yang mengikatnya.

    D. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
    Pembahasan puisi dalam rangka pengajaran limu Budaya Dasar tidak akan di arahkan tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang murni. Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan yang terdapat di dalarn limu Budaya Dasar.
    Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/ unsur dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/ estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya menjadi bermakana yang artinya penuh makna.
    epuitisan, keanistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalan membangun puisinya dengan menggunakan :
    Kepuitisan, keanistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalan membangun puisinya dengan menggunakan •
    I. Figura bahasa ( figurative language ) sepeli gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb sehingga mıisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
    2. Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bennakna ganda, banyak tafsir.
    3. Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tenentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
    4. Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
    5. Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukjskan, sehingga lebih menggugah hati
    Dibalik kata-katanya yang padat, ekonomis dan sukar dicema maknanya itu, puisi berisi potret kehidupan manusia. Puisi menyuguhkan kepada kita suasana-suasana dan peristiwa-peristiwa kehjdupan manusia dan juga dalam kaitan kehidupannya dengan alam dan Tuhan. la merupakan hasil penghayatan dan pengalaman penyair tehadap kehidupan manusia, tehadap alam dan Tuhan yang diekspresikannya melalui bahasa yang artistik.
    Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :
    l. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
    Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut "pengalaman perwakilan”. ini beraıü bahwa manusia senanüasa inÄŸn memiliki salah satu kebutuhan dasamya unmık lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas.Dengan pengalaman perwakilan itu sastra/puisi dapat memberikan kepada para mahasiswa memiliki kesadaran wawasan yang penting untuk dapat melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri dan tentang masyarakat.
    Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itü dapat dilakukan dengan suatu kemammıan yang "imaginative”, yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang dituangkan penyair dalam puisinya.

    2. Puisi dan Keinsyafan/Kesadaran individual.
    Dengan membaca puisi Manusia dapat diajak untuk dapat menjenguk hati/pikiran, baik orang Iain maupun diri sendiri, karena melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam hati manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang itu berbeda dan ada pahit dan manisnya kehidupan.


    3. Puisi dan keinsyafan sosial
    Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang terlibat dalam isu dan problem sosial. puisi  menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa penderitaan atas ketidakadilan   perjuangan untuk kekuasaan  konflik dengan sesamanya  pemberontakan terhadap hukum Tuhan
    Puisi-puisi umumnya sarat akan nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewamai puisi-puisi adalah cinta kasih ( yang terpaut didalamnya   sayang, cinta, kemesraan dan renungan ).
    Cinta kasih itu kadang-kadang tidak berdiri sendiri, ia sering berpadu dengan nilai-nilai kemanusiaan yang Iain seperti penderitaan (kesepian, kesedihan, dll)
    Contoh Novel:
    Menembus waktu
    Rasanya aku pergi masih sore. Tadinya sudah kurencanakan siang hari tapi ada-ada saja halangannya, pukul lima bam aku pulang ke rumah. Tapi tak mengapa, kata teman-teman kalau mau berobat lebih baik agak lambat karena kalau sore-sore banyak pasien sehingga kita harus lama sekali menunggu.
    Sambil menunggu waktu sholat mahgrib, sebelum berangkat ke rumah sakit aku membaca dulu sambil tiduran. Dan aku ketiduran entah berapa Tanpa melihat dulu jam ketika bangun, aku langsung pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter yang kata teman-teman hari ini buka praktek di rumah sakit perkebunan.
    Aku menolak tawaran Haris yang bersedia mengantar aku, ah... terlalu banyak kebaikan yang diberikannya kepadaku. Entah dengan apa aku harus membalasnya. Aku belum mengerti akan sikap orang yang satu ini, padahal tiga tahun yang lalu aku pemah menyakiti hatinya, menolak cintanya yang tulus. Dan aku memilih satu diantara saingannya.
    Tetapi walaupun begitu Haris tidak pemah merasa sakit hati malahan ketika aku hendak melangsungkan pernikahan dengan Farid ia mau membantu segala macam persiapan. Ketika acara pemikahan itu tidak bisa dilangsungkan karena Farid meninggal tabrakan Haris selalu menghiburku. Bahkan ketika aku sudah tidak tahan lagi tinggal di kotaku, Haris pulalah yang menawarkan jasanya memberi petunjuk supaya aku pindah saja dari kampung halamanku. la mencarikan pekerjaan untukku, dan pindahlah aku bekerja di kota Sukaresik ini. Walaupun selama ini ia tidak pemah lagi menyinggung soal cintanya yang dulu pemah diutarakannya padaku, namun aku mengeni akan isi hatinya. Dan sayanyya sampai sekarang aku hanya menganggap dia sebagai kakak dan tidak lebih dari itu.
    Aku lupa memakai jam tanganku, sehingga aku tidak tahu pukul berapa saat itu. Aku meluncur dengan motorku menembus kegelapan malam. Udara sangat dingin, tapi aku yakin sekali hari masih sore, baru kira-kira pukul setengah tujuh. Tepat sekali kalau aku datang jam-jam begini, karena kemungkinan pasien sudah tidak begitu banyak.

    Pernah sekali aku lewat di depan rumah sakit itu ketika jalan-jalan bersama Haris. Rumah sakit itu tidak begitu besar, tapi keadaannya masih baik, walaupun bangunannya sudah sangat tua. Sudah mengalami beberapa kali perbaikan rupanya, karena menurut cerita Haris, rumah sakit itu dibangun sekitar tahun seribu scmbilan ratus. Dan itulah sebabnya bangunan rumah sakit itu kelihatan sangat angker ditambah lagi pohon-pohon besar disekelilingnya.
    Ketika aku lewat seminggu yang lalu rumah sakit itu kelihatan sangat sepi, hanya satu-dua orang yang datang. Tetapi entahlah kalau memang pada hari itu dokterya sedang tidak praktek. Kata ibu sebelah rumahku, dokter rumah sakit itu datang seminggu dua kali. Aku lupa menanyakan siapa nama doktemya. Yang aku tahu, dokter itu praktek pada hari senin dan kamis. Kebetulan hari itu Kamis malam Jum'at.
    Jalanan yang kulewati sepi sekali. namun aku tidak merasa takut. Kukira rumah sakit juga masih ramai seperti yang diceritakan Bu Ritno, katanya kalau ada praktek pasti pasiennya banyak bahkan sering sampai jauh malam.
    Aku merasa heran, mengapa masih  begini, keadaan jalan sunyi sckali, hanya sebelum memasuki kompleks perumahan saja ramai. Disana masih banyak bis-bmalam yang lewat. Dan jalan kecil yang kulalui ini bcgitu sunyi tidak ada sebuah kendaraanpun perpapasan denganku.
    Agak meremang bulu kudukku tadi ketika mulai memasuki kompleks perumahan itu, karena di kiri kanan jalan yaitu disela-scla bangunan tua tumbuh Pohon-Pohon raksasa menjulang tinggi sehingga bulan penuh yang menyinari pohon-pohon membuat bayangan hitam pada rumah-rumah
    Diambil dari Novel "Menembus waktu" Bab II
    Oleh : Yati Sadeli
    Bonus majalah kartini no 284
    Prosa di atas bisa di simpulkan Manusia Memiliki sifat:
    ·Harapan
    ·Cinta dan kasih
    ·Keadilan
    ·Penderitaan
    ·Tanggung Jawab
    ·Memiliki Pandangan Hidup
    ·Kegelisihan

    Kesimpulan :
    Ilmu Budaya Dasar dalam Kesustraan itu manusia bisa memahami dari segi puisi seni music seni tari dan seni teater semua memiliki makna yang dalam jika di perdalam sama penikmatya.dan pandangan orang tetang kesustraan akan lebih di mengerti

  • Hubungan Antara Ilmu Pengetahuan,Teknologi,dan Kemiskinan

    Hubungan Antara Ilmu Pengetahuan,Teknologi,dan Kemiskinan


    Hasil gambar untuk hubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi,dan kemiskinan

       Judul ini memberi petunjuk tentang adanya sesuatu yang inheren, mungkin permasalahannya ialah adanya kontinuitas dan perubahan, harmoni atau disharmoni. Tidak mustahil ketiga masalah ini akan melihat masa lampau atau masa depan yang penuh dengan ketidakpastian dan dapat melibatkan perdebatan semantika.

    Keperluan sekarang adalah pengetahuan ilmiah yang harus ditingkatkan karena pengetahuan, perbuatan, ilmu dan etika makin saling bertautan. Semuanya itu memperlihatkan suatu perpaduan dari pertimbangan moral ilmiah. Dalam hal ini dipertanyakan bagaimna mengkaji kemampuan manusia mengembangkan ilmu pengetahuan guna memanfaatkan sumber daya alam, dan bagaimana memanfaatkan sumber daya untuk membasmi kemiskinan.
       Teknologi dalam penerapannya sebagai jalur utama yang dapat menyongsong masa depan cerah, kepercayaannya sudah mendalam. Ini merupakan sikap yang wajar asalkan tetap dalam konteks penglihatan yang rasional. Sebab teknologi selain mempermudah kehidupan manusia, mempunyai dampak sosial yang sering lebih penting artinya daripada kehebatan teknologi itu sendiri.
    Menurut Schumacher, dalam Kecil itu Indah, dunia modern yang dibentuk oleh teknologi menghadapai tiga krisis sekaligus yaitu:
    1. Sifat kemanusiaan berontah terhadap pola-pola  politik, organisasi dan teknologi yang tidak berperikemanusiaan, yang terasa menyesakkan nafas dan melemahkan badan.
    2. Lingkungan hidup menderita dan menunjukkan tanda-tanda setengah binasa.
    3. Penggunaan sumber daya yang tidak dapat dipulihkan sehingga akan terjadi kekurangan sumber daya alam tersebut seperti bahan bakar fosil.
       Oleh sebab itu dipertanyakan bagaimana peranan teknologi dalam usaha mengatasi kemiskinan dan membatasi alternatif pemecahan masalah serta mempengaruhi hasilnya.
    Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan merupakan bagian-bagian yang tidak dapat dibebaskan dan dipisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi, interelasi, interdepedensi dan ramifikasi (percabangannya) dan membuatnya operasional dalam rangka sosial engineering-nya.

    1. ILMU PENGETAHUAN
       Ada keseragaman pendapat di kalangan ilmuwan bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pangkal tumpuan tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum, dan akumulatif.
    Menurut Aristoteles: pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi; menurut Decartes: ilmu pengetahuan merupakan serba budi;Bacon dan David Home: ilmu pengetahuan merupakan pengalaman indera dan batin;Immanuel Kent: Pengetahuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman; dan menurut teori Phyroo: mengatakan tidak ada kepastian dalam pengetahuan.
       Dari berbagai macam pandangan diatas diperoleh teori-teori kebenaran pengetahuan:
    1. Teori yang bertitik tolah adanya hubungan dalil à teori ini menjelaskan dimana pengetahuan dianggap benar apabila dalil (proposisi) itu mempunyai hubungan dengan dalil yang terdahulu.
    2. Pengetahuan benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan.
    3. Pengetahuan benar apabila mempunyai konsekuensi praktis dalam diri yang mempunyai pengetahuan itu.
       Banyaknya teori dan pendapat tentang pengetahuan dan kebenaran mengakibatkan suatu definisi ilmu pengetahuan mengalami kesulitan, walaupun dikalangan ilmuwan sudah ada keseragaman pendapat, namun masih terperangkap dalam tautologis (pengulangan tanpa membuat kejelasan) dan Pleonasme/mubazir saja. Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan objek yang merupakan bahan dalam penelitian, meliputi objek material sebagai bahan yang menjadi tujuan penelitian bulat dan utuh. Serta objek formal, yaitu sudut pandang yang mengarah kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan yang dimulai dengan pengamatan, yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi, kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berfikir analitis, sintesis, induktif, dan deduktif yang berujuk pada pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencarai berbagai hal yang merupakan pengingkaran.
       Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan objektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah yaitu:
    1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif.
    2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada.
    3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap alat indera dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu.
    4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.
       Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber, kebenaran pengetahuan, serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar untuk langkah selanjutnya. Ilmu pengetahuan itu sendiri mencakup ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan, dan sebagai apa yang disebut generic meliput segala usaha penelitian dasar dan terapan serta pengembangannya. Penelitian dasar bertujuan utama menambah pengetahuan ilmiah, sedangkan penelitian terapan adalah untuk menerapkan secara praktis pengetahuan ilmiah. Pengembangan diartikan sebagai penggunaan sistematis dari pengetahuan yang diperoleh penelitian untuk keperluan produksi bahan2, cipta rencana sistem metode atau proses yang berguna, tetapi yang tidak mencakup produksi atau engineeringnya (Bachtiar Rifai, 1975). Dalam menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut, perlu diperhatikan hambatan sosialnya. Bagaimna konteksnya dengan teknologi dan kemungkinan untuk mewujudkan suatu perpaduan dan pertimbangan moral dan ilmiah. Contoh sederhana tapi mendalam terjadi pada masyarakat mitis. Dalam masyarakat tersebut ada kesatuan dari pengetahuan dan perbuatan, demikian pula hubungan sosial di dalam suku dan kewajiban setiap individu jelas. Argumen ontologis, kalau menurut teori Plato, artinya berteori tentang wujud atau hakikat yang ada. Keadaannya sekarang sudah berkembang sehingga manusia sudah mampu membedakan antara ilmu pengetahuan dengan etika dalam suatu sikap yang dapat dipertanggungjawabkan.

    2. TEKNOLOGI
       Dalam konsep pragmatis dengan kemungkina berlaku secara akademis dapatlah dikatakan bahwa ilmu pengetahuan (body of knowledge) dan teknologi sebagai suatu seni (state of art) yang mengandung pengertian berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan ketrampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi. “secara konvensional  mencakup penguasaan dunia fisik dan biologis, tetapi secara luas juga meliputi teknologi sosial, terutama teknologi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga teknologi itu adalah metodi sistematis untuk mencapai setiap tujuan insani.” (Eugene Staley, 1970).
       Teknologi memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengeubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Jacques Ellul dalam tulisannya berjudu “The Technological Society” (1964) tidak mengatakan teknologi tetapi teknik. Meskipun untuk mesin, teknologi atau prosedur untuk memperoleh hasilnya, melainkan totalitas metode yang dicapai secara  rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktivitas manusia. Batasan ini  bukan bentuk teoritis, melainkan perolehan dari aktivitas masing2 dan observasi fakta dari apa yang disebut manusia modern dengan perlengkapan tekniknya. Jadi teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha, metode dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya.
       Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 
    1. Rasionalitas, artinya tindakan spontak oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.
    2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah.
    3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. Demikian pula dengan teknik mampu mengelimkinasikan kegiatan non-teknis menjadi kegiatan teknis.
    4. Teknis berkembang pada suatu kebudayaan.
    5. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.
    6. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebuadayaan.
    7. Otonomi, artinya teknik berkembang menurut prinsip sendiri.
       Teknologi tepat guna sering tidak berdaya menghadapi teknologi Barat, yang sering masuk dengan ditunggangi oleh segelintir orang atau kelompok yang bermodal  besar. Ciri-ciri teknologi Barat tersebut adalah:
    1. Serba intensif dalam segala hal, seperti modal, organisasi, tenaga kerja dll. Sehingga lebih akrab dengan kaum elit daripada dengan buruh itu sendiri.
    2. Dalam struktur sosial, teknologi barat bersifat melestarikan sifat kebergantungan.
    3. Kosmologi atau pandangan teknologi Barat adlaah menganggap dirinya sebagai pusat yang lain feriferi, waktu berkaitan dengan kemanjuan secara linier, memahami realitas secara terpisah dan berpandangan manusia sebagai tuan atau mengambil jarak dengan alam.
    3. ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN NILAI
       Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Hal ini besar perhatiannya tatkala dirasakan dampaknya melalui kebijaksanaan pembangunan, yang pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
    Ilmu dapatlah dipandang sebagai produk, sebagai proses, dan sebagai paradigma etika (Jujun S. Suriasumantri, 1984). Ilmu dipandang sebagai proses karena ilmu merupakan hasil dari kegiatan sosial, yang berusaha memahami alam, manusia dan perilakunya baik secara individu atau kelompok. Apa yang dihasilkan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini, merupakan hasil penalaran (rasio) secara objektif. Ilmu sebagai produk artinya ilmu diperoleh dari hasil metode keilmuwan  yang diakui secara umum dan universal sifatnya. Oleh karena itu ilmu dapat diuji kebenarannya, sehingga tidak mustahil suatu teori yang sudah mapan suatu saat dapat ditumbangkan oleh teori lain. Ilmu sebagai ilmu, karena ilmu selain universal, komunal, juga alat meyakinkan sekaligus dapat skeptis, tidak begitu saja mudah menerima kebenaran.
       Istilah ilmu diatas, berbeda dengan istilah pengetahuan. Ilmu adalah diperoleh melalui kegiatan metode ilmiah (epistemologi) yang merupakan pembahasan bagaimana mendapatkan pengetahuan. Epistemologi ilmu terjamin dalam kegiatan metode ilmiah (èkegiatan meyusun tubuh pengetahuan yang bersifat logis, penjabaran hipotesis dengan deduksi dan verifikasi atau menguji kebenarannya secara faktual; sehingga kegiatannya disingkat menjadi logis-hipotesis-verifikasi atau deduksi-hipotesis-verifikasi).
    Sedangkan pengetahuan adalah pikiran atau pemahaman diluar atau tanpa kegiatan metode ilmiah, sifatnya dapat dogmatis, banyak spekulasi dan tidak berpijak pada kenyataan empiris. Sumber pengetahuan dapat berupa hasil pengalaman berdasarkan akal sehat (common sense) yang disertasi mencoba-coba, intuisi (pengetahuan yang diperoleh tanpa pembalaran) dan wahyu (merupakan pengetahuan yang diberikan Tuhan kepada para Nabi atau UtusanNya).
    Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki 3 (tiga) komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya dimana ketiganya erat kaitannya dengan nilai moral yaitu:
    1. Ontologis (Objek Formal Pengetahuan)
      Ontologis dapat diartikan hakikat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas ruang lingkup wujud yang menjadi objek penelaahannya
    2. Epistemologis
      Epistemologis seperti diuraikan diatas hanyalah merupakan cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi tubuh pengetahuan.
    3. Aksiologis
      Aksiologis adalah asas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan.
       Kaitan ilmu dan teknologi dengan nilai moral, berasal dari ekses penerapan ilmu dan teknologi sendiri. Dalam hal ini sikap ilmuwan dibagi menjadi dua golongan:
    1. Golongan yang menyatakan ilmu dan teknologi adalah bersifat netral terhadap nilai-nilai baik secara ontologis maupun aksiologis, soal penggunaannya terserah kepada si ilmuwan itu sendiri, apakah digunakan untuk tujuan baik atau buruk. Golongan ini berasumsi bahwa kebenaran itu dijunjung tinggi sebagai nilai, sehingga nilai-nilai kemanusiaan lainnya dikorbankan demi teknologi.
    2. Golongan yang menyatakan bahwa ilmu dan teknologi itu bersifat netral hanya dalam batas-batas metafisik keilmuwan, sedangkan dalam penggunaan dan penelitiannya harus berlandaskan pada asas-asa moral atau nilai-nilai. Golongan ini berasumsi bahwa ilmuwan telah mengetahui ekses-ekses yang terjadi apabila ilmu dan teknologi disalahgunakan.
       Nampaknya ilmuwan golongan kedua yang patut kita masyarakatkan sikapnya sehingga ilmuwan terbebas dari kecenderungan “pelacuran” dibidang ilmu dan teknologi dengan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan.

    4. KEMISKINAN
       Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada dibawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh (Emil Salim, 1982).
    Menurut Prof. Sayogya (1969), garis kemiskinan dinyatakan dalam rp/tahun, ekuivalen dengan nilai tukar beras (kg/orang/tahun yaitu untuk desa 320 kg/orang/tahun dan 480 kg/orang/tahun). Atas dasar ukuran ini maka mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
    a.  Tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan, dsb;
    b.  Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usah;
    c.  Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai  tamat sekolah dasar karena harus membantu orang tua mencari tambahan penghasilan;
    d.  Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas (self employed), berusaha apa saja;
    e.   Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.
    Menurut teori Fungsionalis dari Statifikasi (tokohnya Davis), kemiskinan memiliki sejumlah fungsi yaitu:
    1. Fungsi Ekonomi
      Penyediaan tenaga untuk pekerjaan tertentu menimbulkan dana sosial, membuka lapangan kerja baru dan memanfaatkan barang bekas (masyarakat pemulung).
    2. Fungsi Sosial
      Menimbulkan altruisme (kebaikan spontan) dan perasaan, sumber imajinasi kesulitan hidup bagi si kaya, sebagai ukuran kemajuan bagi kelas lain dan merangsang munculnya badan amal.
    3. Fungsi Kultural
      Sumber inspirasi kebijaksanaan teknokrat dan sumber inspirasi sastrawan dan memperkaya budaya saling mengayomi antar sesama manusia.
    4. Fungsi Politik
      Berfungsi sebagai kelompok gelisan atau masyarakat marginal untuk musuh bersaing bagi kelompok lain.
       Walaupun kemiskinan mempunyai fungsi, bukan berarti menyetujui lembaga tersebut. Tetapi karena kemiskinan berfungsi maka harus dicarikan fungsi lain sebagai pengganti.

    Sumber : 
    https://pandanwulan.wordpress.com/2012/01/09/tugas-ilmu-sosial-dasar-ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan/
    http://furikurniati.webs.com/tugasisd8.htm
  • Studi Kasus Pertentangan/Konflik dalam Masyarakat

    Studi Kasus Pertentangan/Konflik dalam Masyarakat

    Hasil gambar untuk konflik sosial


    Rumusan Konflik Sosial
    Berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Penanganan Konflik Sosial, yang dimaksud dengan konflik sosial atau konflik, adalah :  “perseteruan dan/atau benturan fisik dengan kekerasan antara dua kelompok masyarakat atau lebih yang berlangsung dalam waktu tertentu dan berdampak luas yang mengakibatkan ketidakamanan dan disintegrasi sosial sehingga mengganggu stabilitas nasional dan menghambat pembangunan nasional”.
    Macam-macam Konflik
    Sebagai bentuk interaksi sosial, konflik dapat dibedakan ke dalam beberapa bagian, yaitu :
    1. Konflik Individual – merupakan konflik yang terjadi karena ada benturan dua kepentingan dari dua individu yang berbeda. Hal ini terjadi karena setiap orang memiliki keinginan dan kebutuhan yang berbeda.
      Contoh : Seorang anak yang berebut mainan dengan kakaknya.
    2. Konflik antarkelas sosial – Dikenal dengan konflik vertikal, merupakan konflik yang terjadi karena adanya benturan kepentingan dan kebutuhan antara dua kelas sosial yang berbeda.
      Contoh : Demo buruh yang meminta kenaikan upah kepada pengusaha tempat ia bekerja.
    3. Konflik antarkelompok sosial – Dikenal dengan konflik horizontal, merupakan konflik yang terjadi karena ada benturan dua kepentingan dari dua kelompok sosial yang berbeda.
      Contoh : Kasus bentrok Lampung tahun 2012.
    4. Konflik rasial – Konflik rasial terjadi karena ada benturan antara dua ras yang berbeda mengenai suatu isu. Faktor pemicunya adalah timpangnya kondisi sosial ekonomi yang memiliki dampak ketimpangan sosial di masyarakat. .
      Contoh : kasus Timor Timur, DOM Aceh, Malari (SARA).
    5. Konflik politik – Konflik politik timbul karena adanya kepentingan untuk meraih kekuasaan dengan menumbangkan kekuasaan pemerintahan sebelumnya.
      Contoh : tumbangnya Orde Lama oleh Orde Baru.
    6. Konflik internasional – Konflik internasional terjadi karena adanya benturan antar Negara yang berkaitan kepentingan masing-masing Negara.
      Contoh : Sengketa Selat Ambalat antara Malaysia dan Indonesia
    Faktor-Faktor Penyebab Konflik Sosial
    Berbagai faktor yang menjadi penyebab terjadinya konflik sosial adalah :
    1. Perbedaan Pendirian. Perbedaan pendirian tak jarang menjadi penyebab timbulnya konflik sosial. Dalam suatu masyarakat, seringkali terjadi perbedaan pendapat atau perbedaan cara pandang akan sesuatu hal misalnya sikap politik. Tak jarang, perbedaan sikap politik menjadi benih timbulnya konflik sosial dalam masyarakat.
    2. Perbedaan keyakinan. Perbedaan keyakinan seringkali memicu konflik sosial dalam masyarakat. Kini masyarakat semakin permisif terhadap penggunaan cara-cara kekerasan guna menegakkan prinsip-prinsip agama yang dianut. Hal ini tidak hanya terjadi antar pemeluk agama, namun sesama pemeluk agama juga tidak jarang mengalami hal ini.
    3. Perbedaan kebudayaan. Kebudayaan yang berbeda antara kebudayaan setempat dan kebudayaan dari luar wilayahnya juga memberikan kontribusi sebagai salah satu faktor penyebab timbulnya konflik sosial.
    4. Perbedaan kepentingan – Setiap orang memiliki kepentingan yang berbeda satu sama lain. Perbedaan ini dapat menimbulkan konflik dalam masyarakat. Misalnya saja demontrasi sopir taksi konvensional yang terjadi beberapa waktu yang lalu yang berakhir dengan bentrokan. Mereka menolak keberadaan taksi berbasis online yang dianggap mengambil penghasilan mereka.
    5. Perubahan sosial – Konflik sosial dapat memicu adanya perubahan sosial, begitu juga sebaliknya


    Berikut beberapa contoh konflik sosial dalam masyarakat yang pernah terjadi di Indonesia yang dirangkum dari pemberitaan beberapa media massa serta data dari BNPB.
    1. Konflik Sosial yang terjadi di Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2012
    Konflik ini terjadi pada tanggal 27 Oktober 2012 hingga 29 Oktober 2012. Yang menjadi penyebab konflik adalah saat ada dua gadis yang berasal dari Desa Agom diganggu oleh sekelompok pemuda yang berasal dari desa Balinuraga. Kedua gadis ini sedang naik sepeda motor kemudian diganggu hingga kedua terjatuh dan mengalami luka-luka. Sontak kejadian ini memicu amarah dari warga desa Agom. Mereka kemudian mendatangi Desa Balinuraga yang mayoritas beretnis Bali dengan membawa sajam dan senjata. Bentrok pun tak terhindarkan hingga menewaskan total 10 orang.
    2. Konflik Sosial yang terjadi di Tolikara Tahun 2016
    Konflik terjadi karena pembagian bantuan dana respek antar distrik yang dirasa tidak adil. Konflik ini menimbulkan korban jiwa dan kehilangan harta benda. Selain itu, konflik juga menyebabkan sebagian warga mengungsi dan terjadi penjarahan.
    3. Konflik Sosial yang terjadi di Kabupaten Flores Timur, NTT Tahun 2013
    Konflik sosial yang terjadi pada tanggal 11 Mei 2013 di Desa Wulublolong dan Desa Lohayong II Kecamatan Solor Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi NTT. Penyebabnya adalah saling rebut material yang berada di batas desa yang diklaim oleh kedua warga desa sebagai pemilik. Konflik menimbulkan kerugian materi, korban jiwa serta sebagian warga mengungsi.
    4. Konflik Sosial yang terjadi di Rembang, Jawa Tengah Tahun 2016
    Merupakan konflik dalam bidang pertambangan. Terjadi antara Semen Indonesia dengan warga masyarakat Pegunungan Kendeng, Rembang Jawa Tengah. Penyebabnya adalah berbagai kejanggalan yang telah dilakukan oleh Semen Indonesia seperti masalah Amdal yang tidak sesuai dan hak ekonomi.
    5. Konflik Sosial yang terjadi di Kabupaten Sumbawa Besar, NTB Tahun 2013
    Konflik sosial yang terjadi pada tanggal 23 Januari 2013 di Desa Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupatan Sumbawa Besar, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Konflik ini menyebabkan banyak warga masyarakat yang mengungsi.
    6. Konflik yang terjadi di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku
    Konflik sosial yang terjadi di Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Merupakan konflik yang sering terjadi dan berkelanjutan. Konflik menyebabkan kerugian materi.
    7. Konflik sosial yang terjadi di Aceh Singkil, Tahun 2015
    Aksi pembakaran beberapa gereja yang terjadi tanggal 13 Oktober 2015 di Aceh Singkil diawali dengan demonstrasi yang dilakukan oleh remaja Muslim. Mereka menuntut pemerintah setempat untuk melakukan pembongkaran terhadap sejumlah gereja yang dianggap tidak memiliki izin. Karena tensi yang tinggi, sebanyak 600 orang kemudian memutuskan melakukan pembakaran terhadap beberapa gereeja yang ada. Konflik ini mengakibatkan 1 orang tewas dan 4 orang luka-luka.
    8. Konflik sosial yang terjadi di Tolikara, Tahun 2015
    Banyak pihak yang berpendapat bahwa konflik sosial yang terjadi di Tolikara ini tidak hanya berlatar belakang agama, namun juga masalah kesenjangan ekonomi serta keamanan. Konflik yang terjadi saat Hari Raya Idul Fitri ini berawal dari penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang kepada warga yang tengah melakukan Sholat Id. Aksi ini berlanjut pada pembakaran masjid, bangunan rumah serta kios yang ada di sekitarnya.
    Solusi Dan Cara Penanganan
    Guna menangani konflik sosial yang terjadi di Indonesia disahkanlah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial.
    Kita bisa melihatnya di sini
    Adapun hal-hal yang diatur dalam PP ini adalah sebagai berikut :
    • Upaya pencegahan konflik;
    • Berbagai tindakan darurat yang diperlukan guna menyelamatkan dan melindungi korban;
    • Penggunaan kekuatan TNI sebagai bantuan; (baca : Tugas dan Fungsi TNI-Polri)
    • Pemulihan paska konflik;
    • Partisipasi masyarakat dalam penanganan konflik, dan
    • Dilakukannya monitoring dan evaluasi.
    Peraturan Pemerintah ini merupakan landasan hukum bagi pemerintah dalam menangani konflik sosial dengan tujuan :
    • Terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, tenteram, damai, dan sejahtera;
    • Terpeliharanya kehidupan bermasyarakat yang damai dan harmonis;
    • Ditingkatkannya rasa tenggang rasa dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara;
    • Terpeliharanya keberlangsungan fungsi pemerintahan;
    • Terlindunginya jiwa, harta benda, serta sarana dan prasarana umum;
    • Terlindunginya dan terpenuhinya hak korban;
    • Pemulihan kondisi fisik dan mental masyarakat;
    • Pemulihan sarana dan prasarana umum.
    Dengan telah diterbitkannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial diharapkan penanganan konflik sosial akan lebih baik karena melibatkan berbagai pihak. Hal ini juga menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi hak dan kewajiban warga negara.
  • GET A FREE QUOTE NOW

    Get a free quote now!!!

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Business

    Flickr Widget

    Recent

    Comments

    Most Recent

    Random Posts

    Facebook

    Advertising

    Unordered List

    Popular Posts

    ADDRESS

    Bekasi,Indonesia

    EMAIL

    adamhdytt@blogspot.com
    adamhdyt11@gmail.com

    TELEPHONE

    not found
    not found

    MOBILE

    its secret
    not found