KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
Oleh
Dosen Ali Muhli,Se.Mm
Daftar
Isi
A.
PENDEKATAN KESUSASTRAAN………………………………………………………………
B.
ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA…………….
C.
NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI……………………………………………………………
D.
ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI……………….
A. PENDEKATAN
KESUSASTRAAN.
IBD(Ilmu Budaya Dasar), yang semula
dinamakan Basic Humanities, berasal dari Inggris humanities. Istilah ini
berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan
halus. Dengan mempelajari the humaniües orang akan menjadi lebih manusiawi,
lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah
nilai, yaitu nilai kita sebagai Manusia yang berkehidupan Sosial.
Untuk menjadi manusia,harus
mempelajari ilmu yang berguna untuk sesama manusia , disamping tanggung
jawabnya yang Iain. Apa yang dimasukkan kedalam the humanities masih dapat
diperdebatkan, dan Terkadang disesuaikan dengan dan waktu. Pada umumnya
humanities mencakup filsafat, teknologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk
sastra, sejarah, cerita rakyat, dan sebaginya. Pada pokoknya semua mempelajari
masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the humanities
ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang menterjemahkan mengjadi pengetahuan budaya
yang dapat dipelajari oleh semua Manusia.
Hampir disetiap jaman, seni
termasuk sastra yang memegang peranan yang penting dalam the humanities. Ini
terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan hukamnya
formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama.
Dibanding dengan cabang the humanities yang Iain, seperti misalnya ilmu bahasa,
seni memegang peranan yang penting, karena nilai-nilai kemanusiaan yang
disampaikannya relative mudah di mengerti oleh orang.
Karena seni adalah Suatu karya yang
dihasilkan oleh orang yang berpikiran bebas dalam mengekspresikan dirinya, seni
lebih Unik Karena tidak nomatif, nilai-nilai yang disampaikannya lebih
fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya kepada public.
Hampir disetiap jarnan, sastra
mempunyai peranan yang lebih penting. Alasannya, karena sastra mempergunakan
bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemarnpuan untuk menampung hampir semua
pemyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang
kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Dalarn usahanya
untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia
mempergunakan Dalam usahanya untuk mengatur hubungan antara sesama yang
kemudian melahirkan ilmu-ilmu sosial, manusia mempergunakan bahasa. Dengan
demikian, manusia dan pada hakekatnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah
sastra untuk berkomunikasi.Karena Komunikasi yang menghubungkan antara manusia
satu dengan lainnya.
Sastra juga lebih mudah
berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran absraksi.
Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa, adalah abstraksi.
Cinta kasih, kebahagian, kebebasan,
dan Iainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah
yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.
Cabang-cabang seni yang Iain pada
hakekatnyaya juga abstrak. Gerak-gerik dalam seni tari, misalnya, masih perlu
dijabarkan karena setiap gerakan tari tersimpan banyak makna. Meskipun
bunyi-bunyi dalam seni musik lebih cepat dinikmati, bunyi-bunyi itu sendiri
masih memerlukan penafsiran yang dalam karna setiap mendalami music yang dengar
bisa tau isi dari music tersebut. Sebaliknya sastra adalah penafsiran itu
sendiri. Meskipun didalam penafsiran itu sastra masih dapat ditafsirka lagi
oleh orang yang mengerti sastra.
Sastra juga didukung oleh cerita.
Dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah
mengemukakan gagasan-gagasannya dalam bentuk yang tidak nomatif. Cabang-cabang
seni yang Iain juga dapat menarik tanpa cerita, akan tetapi sulit bagi
penciptanya mengemukakan gagasanya. Dalam musik misalnya, kata-kata penciptanya
tertelan oleh melodinya.
Karena seni memegang peranan
penting, maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang
lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyampain nilai-nilai
kemanusiaan. Kepekaannya menyebabkan dia mampu menangkap hal yang lepas dari
pengamatan orang Iain
IBD adalah salah satu mata kuliah
yang diberikan dalarn satu semester, sebagai bagian dari MKDU. IBD tidak
dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang
termasuk didalam pengetahuan budaya ( The Humanities ), Akan tetapi IBD
semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan
cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya tehadap
nilai-nilai budaya. Pada waktu menggunakan karya sastra, misalnya. Mahasiswa
tidak perlu mengetahui sejarah sastra, teori sastra, kritik sastra, dan
sebaginya. Memang seperti cabang-cabang the humanities Iainnya, dalam Ilmu
Budaya Dasar Sastra tidak diajarkan sebagai salah satu disiplin ilmu. Sastra
disini digunakan sebagai alat untuk membahas masalah-masalah kemanusiaan yang
dapat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih Kemanusiaan. Pemikiran juga
filsafat, musik, seni rupa, dan sebagainya.
Orientasi the Humanities adalah
ilmu : dengan mempelajari satu atau sebagian dari disiplin ilmu yang tercakup
dalam the humanities, mahasiswa diharapkan dapat menjadi Manusia yang lebih
baik dan Berguna untuk bangsa dan Negara
B.
ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Istilah prosa banyak padanannya.
Kadang-kadang disebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja.
Dałam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan
dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan(Seni Teater) yang
mempunyai pemeran, lakuan, peństiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal
atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai roman, atau novel, atau
cerita pendek.
Dalam
kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.Seperti
Berikut:
A.
Prosa lama meliputi :
1.Dongeng-dongeng
2.Hikayat
3.Sejarah
4.Epos
5.Cerita
pelipur lara
B. Prosa
Baru Meliputi
1.Cerita
pendek
2. Roman/novel
3. Biografi
4. Kisah
5. Otobiografi
C. NILAI-NILAI
DALAM PROSA FIKSI
Sebagai seni yang bertulang
punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak
langsung membawakan morał, pesan atau cerita. Dengan perkataan lain prosa
mempunyai nilai-nilai yang terkandung oleh pembaca lewat sastra.
nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1.Prosa
fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang
diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana
mengalaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca
dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing,
yang belum dikunjunginya atau yang tak mungkin dikunjungi selama hidupnya. juga
dapat mengenal tokoh-tokoh yang bisa memotivasi pembaca dalam hidupnya.
2.Prosa
fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi
yang tidak terdapat di dałam kehidupan normal. Dałam novel kita dapat belajar
sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan tentang kehidupan masa kini,
kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang
asing.
3.Prosa
fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat mempengaruhi
imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang dari warisan budaya
bangsa.
Contoh
: sepert Novel seperti Siti Nurbaya, salah asuhan, sengsara membawa nikmat,
layar terkembang mengungkapkan impian-impian, harapan-harapan,
aspirasi-aspirasi dari generasi yang terdahulu yang seharusnya dihayati oleh
generasi kini. Novel yang berlatar belakang perjuangan revolusi seperti jalan
tak ada ujung, misalnya menggambarkan suatu tindakan heroisme yang mengagumkan
dan memberikan kebanggaan, yang oleh generasi muda sekarang tidak lagi
mengalaminya secara fisik. Dan oleh karena mahasiswa tidak lagi mengalami
secara fisik itulah, jiwa kepahlawanan perlu disentuhkan lewat hasil-hasil
sastra Dan Mahasiswa dapat bisa memetik kisah-kisah terdahulu.
4.Prosa
memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat
menilai kehidupan berdasarkan pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga
memungkinkan labih banyak kesempatan untuk memilih respon emosional atau rangsangan
aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan
sendiri.
Adanya semacam kaidah kemungkinan
yang tidak mungkin dalam fiksi ini.lah yang memungkinkan pembaca untuk dapat
memperluas dan \persepsi dan wawasannya tentang tokoh, hidup dan
kehidupan manusia. Dari banyak memperoleh pengalarnan sastra, pembaca akan
terbentuk keseimbangan wawasannya, terutama dalam menghadapi
kenyataan-kenyataan diluar dirinya yang mungkin sangat berlainan dari
pribadinya. seperti dikisahkan novel belenggu, itu merupakan contoh
kemungkinan yang tidak mungkin. tetapi manusia bisa memperluas perpektifnya
Karya sastra dapat dibagi menjadi
Tiga; Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya, dan karya sastra yang
menyuarakan gejolak jamannya,Ada juga yang tentunya menyuarakan kedua-duanya
yang saling menyuarakan aspirasinya.
Karya sastra yang menyuarakan
aspirasi jamannya mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki
jamannya. Kebanyakan karya sastra Indoensia di jaman Jepang yang dikelompokkan
kedalam kelompok ini.
Karya sastra yang menyuarakan
gejolak jamannya, biasanya tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, akan
tetapi untuk merenung.
Kedua macam karya sastra itu selalu
menyampaikan masalah. Masalah ini disampaikan dengan jalan menjajikan interaksi
tokoh-tokohnya. Masing-masing tokoh mempunyai temperamen, pendirian, dan
kemauan yang berbeda-beda. Perbedaan ini menimbulkan konflik. Konflik dapat
terjadi baik didalm diri tokoh sendiri maupun diantara tokoh satu dengan tokoh
Iainnya.
Budaya Dasar memfokuska pada
manusia dengan segala persoalannya. Manusia dan Cinta kasih, manusia dan
keindahan, manusia dan penderitaan, manusia dan keadilan, manusia dan
hidup, manusia dan tanggung jawab serta pengabdian, manusia dan kegelisahan,
manusia dan harapan.
Dalam dongeng terdapat bentuk epos(menceritakan
kisah kepahlawanan ) yang berani cerita kepahlawanan atau wira carita.
Kita kenal Mahabarata dan Ramayana. Mahabarata menceritakan kepahlawanan
orang-orang pandawa yang dengan gagah berani mempenahankan kebenaran
karena tanggung jawab terhadap Tokoh Bima, Arjuna, Gatotkaca didalam
ceıita itü selalu mempunyai rasa tanggung jawab bangsa dan negaranya.
Ramayana juga mengungkapkan rasa
cinta kasih Rama dan Sinta yang hams dibayar mahal ketika sinta diculik
Rahwana. Pengorba.nan yang diberikan oleh Rama beseıta bala tentaranya dalam
merebut kembali sinta
Hikayat Hang Tuah menggambarkan
betapâ gagah dan berani dalanı segala rintangan untuk mempertahankan
negara yang dapat dihubungkan dengan mmusia dan tanggung jawab.
Pokok bahasan manusia dan cinta
kasih dapat dihitungkan dengan cinta kasih antara Maria dan Yusuf dalanm buku
Layar terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana.
Ditepi jalan terlihat kepadanya
beberapa batang kembang setahun yang lebat bunga : "Hei, kembang
setahun tumbuh diÅŸini ? Alangkah indah rupanya, sebanyak itu bunganya
Sementara Yusuf dengan pesat
mengamat-amati gadis yang dekat dih Mapannya itu. Rambutya yang hitarn lebat
teranyam. mukanya yang merdi bercahaya tersenyum ditahan, badannya. sebentar
terasa kepadanya tangan yang halus itu gemetar pada dada bajunya. Sesuatu
perasaan nikmat yang sejak dari tadi melingkari kedua muda remaja itu dating.
memenuhi seluruh badannya dan sebelum ia dapat mengatur pikirannya lagi, kedua
tangannya telah terangkat mendekap tangan gadis yang baru selesai mencucukkan
kembang pada bajunya.
Dan mulutnya keluarlah ucapan, agak
gemetar, tetapi menyuarakan kepastian seseorang yang yakin akan kemungkinannya,
'Tetapi tangan ini saya hendak menyimpannya juga”. Maria tiada membantah,
tetapi mukanya yang pucat ditundukkannya ke bawah dengan tiada berkata suatu
apa. Seraya melekapkan tangan gadis itu dengan tangan kirinya kepada dadanya,
mesra sepeli tiada hendak dilepaskannya lagi, perlahan-lahan Yusuf mengangkat
muka Maria melihat kepadanya dengan tangan kanannya, ” Maria lihat saya sebentar
"
Pada mata Maria nampak kepadanya
berlinangan air mata dan mesra meminta menggetarlah suaranya untuk pertama
kali seumur hidupnya,”Maria,Maria, tahulah engkau saya cinta kepadamu
?". Badan Maria melemah jatuh ke tangan Yusuf dan seraya menengadah dengan
pamangan penyerahan, keluar dari mulumya bisik lesu hampir-haınpir tiada
kedengaran, "Lama benar engkau menyuruh saya menanti katamu
Dalam kutipan diatas betapa mesra
kedua orang remaja yang sedang merasakan cinta kasih. Melalui perkenalan,
tamasya baru lah yusuf dapat mengutarakan cintanya kepada Maria. Cinta Yusuf
diterima bahkan dengan jawaban terlalu lama kata cinta yang diucapkan Yusuf.
Dapat disimpulkan seseorang manusia yang ingin mencurahkan isi hatinya tenm
tidak semudah berbincang-bincang karena ada konsekwensi yang mengikatnya.
D.
ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Pembahasan puisi dalam rangka
pengajaran limu Budaya Dasar tidak akan di arahkan tradisi pendidikan dan
pengajaran sastra dan apresiasinya yang murni. Puisi dipakai sebagai media
sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan
yang terdapat di dalarn limu Budaya Dasar.
Puisi termasuk seni sastra,
sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/ unsur dari
kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa
penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang
artistik/ estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya menjadi
bermakana yang artinya penuh makna.
epuitisan, keanistikan atau
keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalan membangun
puisinya dengan menggunakan :
Kepuitisan,
keanistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair
dalan membangun puisinya dengan menggunakan •
I.
Figura bahasa ( figurative language ) sepeli gaya personifikasi, metafora,
perbandingan, alegori, dsb sehingga mıisi menjadi segar, hidup, menarik dan
memberi kejelasan gambaran angan.
2. Kata-kata
yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bennakna ganda, banyak tafsir.
3.
Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tenentu, berisi
perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4.
Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai
rasa dan asosiasi-asosiasi
tertentu.
5.
Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukjskan,
sehingga lebih menggugah hati
Dibalik kata-katanya yang padat,
ekonomis dan sukar dicema maknanya itu, puisi berisi potret kehidupan manusia.
Puisi menyuguhkan kepada kita suasana-suasana dan peristiwa-peristiwa kehjdupan
manusia dan juga dalam kaitan kehidupannya dengan alam dan Tuhan. la merupakan
hasil penghayatan dan pengalaman penyair tehadap kehidupan manusia, tehadap
alam dan Tuhan yang diekspresikannya melalui bahasa yang artistik.
Adapun
alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan ilmu Budaya Dasar
adalah sebagai berikut :
l.
Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
Perekaman dan penyampaian
pengalaman dalam sastra puisi disebut "pengalaman perwakilan”. ini beraıü
bahwa manusia senanüasa inğn memiliki salah satu kebutuhan dasamya unmık lebih
menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang
terbatas.Dengan pengalaman perwakilan itu sastra/puisi dapat memberikan kepada
para mahasiswa memiliki kesadaran wawasan yang penting untuk dapat melihat dan
mengerti banyak tentang dirinya sendiri dan tentang masyarakat.
Pendekatan terhadap pengalaman
perwakilan itü dapat dilakukan dengan suatu kemammıan yang "imaginative”,
yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang
dituangkan penyair dalam puisinya.
2.
Puisi dan Keinsyafan/Kesadaran individual.
Dengan membaca
puisi Manusia dapat diajak untuk dapat menjenguk hati/pikiran, baik orang Iain
maupun diri sendiri, karena melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada
pembaca bagian dalam hati manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang itu
berbeda dan ada pahit dan manisnya kehidupan.
3. Puisi
dan keinsyafan sosial
Puisi juga memberikan kepada
manusia tentang pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang terlibat dalam
isu dan problem sosial. puisi menafsirkan situasi dasar manusia sosial
yang bisa berupa penderitaan atas ketidakadilan perjuangan untuk
kekuasaan konflik dengan sesamanya pemberontakan terhadap hukum
Tuhan
Puisi-puisi umumnya sarat akan
nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan
yang banyak mewamai puisi-puisi adalah cinta kasih ( yang terpaut didalamnya
sayang, cinta, kemesraan dan renungan ).
Cinta kasih itu kadang-kadang tidak
berdiri sendiri, ia sering berpadu dengan nilai-nilai kemanusiaan yang Iain
seperti penderitaan (kesepian, kesedihan, dll)
Contoh
Novel:
Menembus
waktu
Rasanya aku pergi masih sore.
Tadinya sudah kurencanakan siang hari tapi ada-ada saja halangannya, pukul lima
bam aku pulang ke rumah. Tapi tak mengapa, kata teman-teman kalau mau berobat
lebih baik agak lambat karena kalau sore-sore banyak pasien sehingga kita harus
lama sekali menunggu.
Sambil menunggu waktu sholat
mahgrib, sebelum berangkat ke rumah sakit aku membaca dulu sambil tiduran. Dan
aku ketiduran entah berapa Tanpa melihat dulu jam ketika bangun, aku langsung
pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter yang kata teman-teman hari ini buka
praktek di rumah sakit perkebunan.
Aku menolak tawaran Haris yang
bersedia mengantar aku, ah... terlalu banyak kebaikan yang diberikannya
kepadaku. Entah dengan apa aku harus membalasnya. Aku belum mengerti akan sikap
orang yang satu ini, padahal tiga tahun yang lalu aku pemah menyakiti hatinya,
menolak cintanya yang tulus. Dan aku memilih satu diantara saingannya.
Tetapi walaupun begitu Haris tidak
pemah merasa sakit hati malahan ketika aku hendak melangsungkan pernikahan
dengan Farid ia mau membantu segala macam persiapan. Ketika acara pemikahan itu
tidak bisa dilangsungkan karena Farid meninggal tabrakan Haris selalu
menghiburku. Bahkan ketika aku sudah tidak tahan lagi tinggal di kotaku, Haris
pulalah yang menawarkan jasanya memberi petunjuk supaya aku pindah saja dari
kampung halamanku. la mencarikan pekerjaan untukku, dan pindahlah aku bekerja
di kota Sukaresik ini. Walaupun selama ini ia tidak pemah lagi menyinggung soal
cintanya yang dulu pemah diutarakannya padaku, namun aku mengeni akan isi
hatinya. Dan sayanyya sampai sekarang aku hanya menganggap dia sebagai kakak
dan tidak lebih dari itu.
Aku lupa memakai jam tanganku,
sehingga aku tidak tahu pukul berapa saat itu. Aku meluncur dengan motorku
menembus kegelapan malam. Udara sangat dingin, tapi aku yakin sekali hari masih
sore, baru kira-kira pukul setengah tujuh. Tepat sekali kalau aku datang
jam-jam begini, karena kemungkinan pasien sudah tidak begitu banyak.
Pernah sekali aku lewat di depan
rumah sakit itu ketika jalan-jalan bersama Haris. Rumah sakit itu tidak begitu
besar, tapi keadaannya masih baik, walaupun bangunannya sudah sangat tua. Sudah
mengalami beberapa kali perbaikan rupanya, karena menurut cerita Haris, rumah
sakit itu dibangun sekitar tahun seribu scmbilan ratus. Dan itulah sebabnya
bangunan rumah sakit itu kelihatan sangat angker ditambah lagi pohon-pohon
besar disekelilingnya.
Ketika aku lewat seminggu yang lalu
rumah sakit itu kelihatan sangat sepi, hanya satu-dua orang yang datang. Tetapi
entahlah kalau memang pada hari itu dokterya sedang tidak praktek. Kata ibu
sebelah rumahku, dokter rumah sakit itu datang seminggu dua kali. Aku lupa
menanyakan siapa nama doktemya. Yang aku tahu, dokter itu praktek pada hari
senin dan kamis. Kebetulan hari itu Kamis malam Jum'at.
Jalanan yang kulewati sepi sekali.
namun aku tidak merasa takut. Kukira rumah sakit juga masih ramai seperti yang
diceritakan Bu Ritno, katanya kalau ada praktek pasti pasiennya banyak bahkan
sering sampai jauh malam.
Aku merasa heran, mengapa masih
begini, keadaan jalan sunyi sckali, hanya sebelum memasuki kompleks
perumahan saja ramai. Disana masih banyak bis-bmalam yang lewat. Dan jalan
kecil yang kulalui ini bcgitu sunyi tidak ada sebuah kendaraanpun perpapasan
denganku.
Agak meremang bulu kudukku tadi
ketika mulai memasuki kompleks perumahan itu, karena di kiri kanan jalan yaitu
disela-scla bangunan tua tumbuh Pohon-Pohon raksasa menjulang tinggi sehingga
bulan penuh yang menyinari pohon-pohon membuat bayangan hitam pada rumah-rumah
Diambil
dari Novel "Menembus waktu" Bab II
Oleh
: Yati Sadeli
Bonus
majalah kartini no 284
Prosa
di atas bisa di simpulkan Manusia Memiliki sifat:
·Harapan
·Cinta
dan kasih
·Keadilan
·Penderitaan
·Tanggung
Jawab
·Memiliki
Pandangan Hidup
·Kegelisihan
Kesimpulan :
Ilmu
Budaya Dasar dalam Kesustraan itu manusia bisa memahami dari segi puisi seni
music seni tari dan seni teater semua memiliki makna yang dalam jika di
perdalam sama penikmatya.dan pandangan orang tetang kesustraan akan lebih di
mengerti
